Polres Cirebon Kota dan Jajaran amankan Para Pelaku Tawuran antar Kelompok

Kapolres Cirebon kota AKBP ROLAND RONALDY SH,S.Ik M.Pict M.Iss melalui kasat reskrim AKP Deni Sunjaya, SH menyampaikan Pada hari Minggu tgl. 5 Januari 2010 sekitar jam 02.30 Wib didapat informasi adanya tawuran antar  geng motor di jalan raya Katiasa kel. Kalijaga kec. Harjamukti

Anggota polsek yg piket Reskrim Selatan Timur yang datang ke lokasi  tawuran sudah bubar dan tidak ada orang hanya menemukan bekas tawuran berupa batu dan anggota Polsek Seltim mencari keterangan masalah tawuran, lalu mendapat informasi ada korban luka yg diduga akibat dari tawuran di RS. Pelabuhan dan RS. Gunung jati setelah di rs. pelabuhan didapat keterangan  korban diantar oleh saksi Sdr DB , sdr E dan Sdr I  ketika melintas di Jl. Katiasa saksi melihat ada tawuran lalu  belokan ke arah kalijaga / Jl. ciremai melihat ada seseorang tergeletak dipinggir jalan kemudian menolong dan membawanya ke RS pelabuhan namun korban ternyata sudah  Meninggal Dunia, sedangkan Saksi Sdr MAN dan Sdri ESP  ketika melintas di Jl. Katiasa melihat ada 2 (dua) kelompok yang sedang tawuran lalu melihat seseorang yang diketahui An. AS tergeletak ditinggalkan oleh teman2nya dan saksi menolongnya dengan membawa ke RSUD gunung jati.

Dua geng motor, Cirebon Gengster dan Remaja Penggung Untuk Santai (RPUS) terlibat tawuran. Awal kejadian, Cirebon Gengster asal Kapetakan, melakukan komunikasi via media sosial dengan geng RUPS asal Pengung Kecamatan Harjamukti.

Kedua geng tersebut, membuat janji untuk tawuran di daerah lampu merah Kanggraksan. Namun pihak geng RUPS menolak, dan akhirnya lokasi disepakati di daerah Jalan Raya Katiasa Harjakmukti.

Dengan mengunakan 20 motor kelompok Cirebon gengster mendatangi RPUS. Sesampainya di Katiasa, kedua kelompok langsung terlibat tawuran, dengan mengunakan batu dan senjata tajam jenis clurit.

Kemudian, pelaku tawuran dari pihak Cirebon gengster Anenta Bentar Ramadhan (23) terkena sabetan clurit di bagian belakang punggung, dari pihak lawan. Saat itu, korban langsung tersungkur bersimbah darah, sementara korban lainnya Asmi juga terkena sabetan clurit.

Mengetahui adanya jatuh korban jiwa, kedua kelompok tersebut langsung membubarkan diri. Sementara korban terkapar di pinggir jalan. Beruntung ada pengguna jalan yang melintas di lokasi kejadian, kemudian korban Anenta Bentar Ramadhan langsung dibawa ke RS Pelabuhan namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Sementara korban lainnya Asmi, dalam kondisi koma, saat ini mendapat perawatan di RS Gunung jati Cirebon dan akhirnya meningal dunia.

Berbekal petunjuk dan arahan dari bapak Kapolres Cirebon kota, team segera bergerak alhasil pukul 04.00 wib s/d pukul 09.00 wib Team yg tdd anggota Reskrim Polsek Selatan Timur dipimpin Iptu Juntar dan di back up oleh Tim Buser Sat Reskrim Polres Cirebon Kota dipimpin Ipda Wahyu Melakukan penyelidikan dan telah berhasil menangkap 7 (tujuh) orang pelaku dalam waktu kurang dari 24 jam,  hal ini merupakan keberhasilan tim buser  Reskrim Polres Cirebon kota yang memback up reskrim Polsek seltim, dalam pengungkapan kasus yang dilakukan oleh Polres Cirebon kota  ungkap  AKBP ROLAND

ketujuh pelaku tawuran sudah diamankan oleh pihak kepolisian di Polsek Seltim , Adapun barang bukti yang berhasil disita adalah.2 bilah senjata tajam Jenis clurit.1 unit Handphone oppo A5s warna hitam..1 unit handphone vivo Y12 warna hitam