Pelaku Pembunuhan Berhasil Dibekuk Beberapa Jam Setelah Kejadian

Petugas Sat Reskrim Polres Cirebon Kota berhasil mengamankan pelaku pembunuhan pedagang sandal  rabu siang. Pelaku dibekuk beberapa jam usai menghujani tusukan kepada korban yang tak lain merupakan adik iparnya sendiri. Pelaku nekad menghabisi nyawa korban lantaran kesal dan menaruh dendam setelah korban menjual sepetak tanah milik keluarganya tanpa sepengetahuan pelaku.

M (55) warga Desa Karang Reja yang merupakan pelaku pembunuhan terhadap pedagang sandal keliling Nanang Suwono (40), warga Desa Surakarta Blok Karang Baru Kec.Suranenggala Kab.Cirebon, akhirnya berhasil diamankan petugas Sat Reskrim Polres Cirebon Kota yang tak lain tersangka merupakan kakak ipar korban beberapa jam setelah menghabisi nyawa adik iparnya, pelaku diamankan tak jauh dari lokasi kejadian di pasar malam Desa Karang Reja Kecamtan Suranenggala Kabupaten Cirebon, ujar Kapolres Cirebon Kota AKBP Adi Vivid AB, S.Ik, M.Hum, M.S.M saat menggelar press release, Rabu (17.01.2018) di Mapolres Cirebon Kota.

Di hadapan petugas, tersangka mengaku nekad menghabisi nyawa korban lantaran sakit hati dan dendam terhadap korban yang menjual tanah keluarga tanpa memberitahu kepada tersangka dan istrinya sehingga membuatnya gelap mata hingga akhirnya menghujani tusukan kepada korban yang tengah berjualan sandal di pasar malam. Pelaku pun mengaku tak menyesali perbuatanya menghilangkan nyawa korban yang merupakan adik dari istrinya.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan sebilah senjata tajam berupa badik yang digunakan untuk melancarkan aksinya yang sudah dipersiapkan tersangka yang berniat menghabisi nyawa korban di lokasi pasaran. Diketahui sebelum dihabisi tersangka, korban sempat terlibat keributan dengan anak tersangka yang kini ditetapkan sebagai DPO Polres Cirebon Kota.

Saat ini  petugas masih memburu anak tersangka yang melarikan diri usai kejadian, sementara  tersangka M yang dengan sengaja dan berniat membunuh korban dijerat dengan pasal 340 KUH-Pidana tentang pembunuhan berencana dengan ancaman 20 tahun kurungan penjara.